Dalam pandangan Muhammadiyah, qurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi yang mampu. Muhammadiyah juga menekankan bahwa qurban tidak hanya bersifat ritual, tetapi memiliki dimensi sosial yang kuat.
Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, dijelaskan bahwa qurban harus:
- Dilaksanakan sesuai syariat Islam
- Dikelola secara amanah dan profesional
- Didistribusikan kepada yang berhak, terutama fakir miskin
Muhammadiyah juga mendorong inovasi dalam pengelolaan qurban agar manfaatnya lebih luas, seperti pengolahan daging menjadi produk tahan lama.
Baca juga : Panduan Lengkap Ibadah Kurban: Niat, Waktu dan Distribusinya
Kriteria Mampu untuk Berqurban
Seseorang dianjurkan berqurban jika:
- Memiliki kelebihan harta setelah kebutuhan pokok terpenuhi
- Tidak dalam kondisi kesulitan ekonomi
- Tidak berutang untuk kebutuhan mendesak
Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang tidak memberatkan umatnya.
Syarat Hewan Qurban
Agar sah, hewan qurban harus memenuhi kriteria:
- Jenis: kambing, domba, sapi, atau unta
- Usia cukup sesuai ketentuan
- Sehat dan tidak cacat
Rasulullah SAW bersabda:
“Empat hal yang tidak sah dijadikan hewan qurban: hewan yang jelas cacat matanya, sakit, pincang, dan kurus tidak berlemak.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Pengelolaan Hewan Qurban yang Benar
Dalam pelaksanaan qurban, pengelolaan harus sesuai syariat:
1. Tidak Diperjualbelikan
Daging dan bagian hewan qurban tidak boleh dijual.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa menjual kulit hewan qurbannya, maka tidak ada qurban baginya.”
(HR. Hakim)
2. Tidak Dijadikan Upah
Panitia tidak boleh mengambil bagian qurban sebagai upah.
3. Distribusi yang Adil
Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan.
Peran Panitia Qurban
Panitia qurban memiliki tanggung jawab besar:
- Menyembelih sesuai syariat
- Menjaga kebersihan dan higienitas
- Menyalurkan secara merata
- Menjaga amanah
Dalam praktik Muhammadiyah, pengelolaan qurban sering dilakukan secara terorganisir melalui lembaga seperti Lazismu agar lebih tepat sasaran.
Hikmah dan Tujuan Qurban
Allah SWT berfirman:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Hikmah qurban:
- Mendekatkan diri kepada Allah
- Menumbuhkan keikhlasan
- Meningkatkan kepedulian sosial
- Mempererat ukhuwah
Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang nilai keikhlasan, kepedulian, dan amanah. Dengan memahami hukum, kemampuan, serta tata kelola yang benar, qurban dapat menjadi ibadah yang lebih sempurna dan berdampak luas.
Semangat qurban harus terus dijaga, tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai gerakan sosial yang membawa keberkahan bagi umat.
