Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharram. Meski tidak memiliki ibadah khusus yang disyariatkan sebagaimana Ramadan atau Dzulhijjah, bulan Safar tetap menjadi waktu yang baik untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
Di sebagian masyarakat masih berkembang anggapan bahwa Safar adalah bulan yang membawa kesialan. Padahal, Rasulullah ﷺ telah meluruskan keyakinan tersebut.
Beliau bersabda:
“Tidak ada penularan (yang terjadi dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu (sebagai pertanda), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, bulan Safar hendaknya disambut dengan optimisme dan semangat memperbanyak amal, bukan dengan rasa takut atau keyakinan terhadap mitos yang tidak memiliki dasar dalam syariat.
Berikut lima amalan yang dapat kita lakukan selama bulan Safar.
1. Menjaga Shalat Lima Waktu dan Memperbanyak Shalat Sunnah
Shalat merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat. Memasuki bulan Safar, jadikan momentum untuk memperbaiki kualitas shalat, menjaga kekhusyukan, dan melaksanakan shalat tepat waktu.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi
2. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an
Al-Qur’an adalah petunjuk hidup bagi setiap muslim. Tidak ada waktu yang lebih baik selain menghidupkan hari-hari dengan membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Walaupun hanya beberapa ayat setiap hari, jika dilakukan secara istiqamah akan membawa keberkahan.
3. Memperbanyak Sedekah kepada Sesama
Sedekah tidak mengenal musim. Di bulan Safar pun, sedekah tetap menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
Bantuan yang diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, dhuafa, maupun masyarakat yang membutuhkan akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim)
Melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan kepada lembaga terpercaya, kita turut menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Oleh karena itu, memperbanyak dzikir dan istighfar menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
Luangkan waktu setiap hari untuk membaca:
- Astaghfirullah
- Subhanallah
- Alhamdulillah
- Allahu Akbar
- La ilaha illallah
Dzikir akan menenangkan hati sekaligus mengingatkan kita untuk selalu bergantung kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
5. Menjaga Silaturahmi dan Membantu Sesama
Islam mengajarkan bahwa hubungan baik dengan sesama manusia merupakan bagian dari ibadah.
Gunakan bulan Safar sebagai momentum untuk:
- Mengunjungi orang tua.
- Menyambung tali silaturahmi.
- Menolong tetangga yang membutuhkan.
- Menjenguk orang sakit.
- Berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Jadikan Safar sebagai Bulan Istiqamah
Hakikat seorang muslim bukan hanya bersemangat pada bulan-bulan tertentu, tetapi mampu menjaga konsistensi dalam beribadah sepanjang tahun.
Bulan Safar mengajarkan bahwa setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan semangat yang telah tumbuh di bulan Muharram memudar begitu saja.
Teruslah memperbanyak amal saleh, menjaga hubungan dengan Allah SWT, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita, memberikan keberkahan di bulan Safar, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah dalam kebaikan.
