Bulan Muharram menandai awal tahun dalam kalender Hijriah. Ia bukan sekadar pergantian waktu, melainkan momentum spiritual yang mengajak umat Islam untuk memperbaharui niat, memperdalam makna hidup, dan meneguhkan kembali komitmen pada amal kebajikan. Salah satu bentuk nyata dari amal tersebut adalah sedekah, sebagai wujud ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama.
Muharram: Bulan Mulia, Bulan Perubahan
Dalam Islam, Muharram termasuk di antara empat bulan suci (asyhurul hurum) yang dimuliakan oleh Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik puasa setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan kemuliaan bulan Muharram dan dorongan untuk memperbanyak amal saleh di dalamnya. Maka sangat tepat bila bulan ini dimaknai sebagai saat untuk mengawali tahun dengan semangat kebaikan, terutama dalam bentuk sedekah.
Dermawan Sejak Awal Tahun: Spirit Hijrah Sosial
Bersedekah tidak semata-mata berbicara tentang harta, tetapi tentang keberanian untuk berbagi dan peduli. Di tengah dinamika sosial yang penuh tantangan, semangat dermawan di bulan Muharram dapat menjadi “hijrah sosial”—dari sikap individualis menjadi pribadi yang solutif dan empatik terhadap penderitaan orang lain.
Dalam konteks inilah, Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir pernah menyampaikan:
“Keberagamaan kita seharusnya melahirkan kepedulian sosial. Nilai Islam bukan hanya di masjid, tapi hadir di tengah-tengah umat.”
Pernyataan ini mempertegas bahwa spiritualitas Islam harus menjelma dalam aksi sosial yang konkret. Lazismu, sebagai lembaga zakat yang bernaung di bawah Muhammadiyah, memfasilitasi umat untuk merealisasikan nilai-nilai tersebut melalui program-program pemberdayaan, bantuan kemanusiaan, serta santunan bagi fakir, miskin, dan yatim.
Sedekah Muharram: Investasi Akhirat yang Tak Pernah Rugi
Memulai tahun baru dengan sedekah berarti menanam kebaikan sejak langkah pertama. Setiap rupiah yang disedekahkan akan kembali sebagai keberkahan yang melimpah, baik di dunia maupun di akhirat.
Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini mengajarkan bahwa sedekah adalah investasi abadi, yang pahalanya terus tumbuh selama manfaatnya masih dirasakan.
Lazismu: Saluran Amanah, Penebar Manfaat
Melalui momentum Muharram, Lazismu mengajak umat untuk kembali pada esensi sedekah—membantu tanpa syarat, memberi tanpa pamrih, dan menumbuhkan kepedulian kolektif. Dana sedekah yang dihimpun akan disalurkan ke berbagai program seperti:
Bantuan pendidikan dan beasiswa untuk yatim dan dhuafa
Program pangan dan gizi untuk warga 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)
Pemberdayaan ekonomi keluarga miskin
Tanggap darurat kebencanaan dan kemanusiaan
Dengan sistem yang profesional, transparan, dan akuntabel, Lazismu memastikan bahwa setiap sedekah Anda sampai kepada yang berhak dan membawa perubahan
Tahun baru hijriah adalah lembaran baru. Mari isi lembaran itu dengan tinta kebaikan. Mulailah dengan hati yang dermawan, karena sebaik-baik amal adalah yang memberi manfaat bagi sesama.
“Siapa yang memudahkan urusan orang lain, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat.”
(HR. Muslim)
Bersama Lazismu, mari kita jadikan Muharram sebagai awal langkah menuju masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban.
