Fidyah merupakan solusi syariat bagi Muslim yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadhan secara permanen. Meski terlihat sederhana, praktik fidyah di masyarakat masih sering disalahpahami. Kesalahan dalam membayar fidyah dapat berdampak pada ketidaksahihan ibadah dan hilangnya nilai keberkahan.
Agar ibadah fidyah benar secara syariat dan tepat sasaran, penting bagi umat Islam untuk memahami kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi. Berikut Lazismu Cilacap berikan 6 poin mengenai kesalahan yang sering terjadi mengenai fidyah.
1. Mengira Semua Orang Boleh Membayar Fidyah
Salah satu kesalahan paling umum adalah anggapan bahwa siapa pun yang meninggalkan puasa boleh langsung membayar fidyah.
Padahal, fidyah hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu, seperti:
Lansia renta yang tidak mampu berpuasa
Orang sakit menahun yang kecil kemungkinan sembuh
Ibu hamil atau menyusui (menurut sebagian pendapat ulama)
Sementara itu, orang yang masih mampu berpuasa atau berpotensi menggantinya tetap wajib mengqadha, bukan fidyah.
Baca juga : Apa Itu Fidyah? Panduan Lengkap Membayar Fidyah Sesuai Syariat Islam
2. Mengganti Fidyah dengan Uang Tanpa Penyaluran yang Tepat
Kesalahan berikutnya adalah membayar fidyah hanya dalam bentuk uang, tanpa memastikan bahwa uang tersebut benar-benar digunakan untuk memberi makan fakir miskin.
Dalam fiqh, esensi fidyah adalah memberi makan, bukan sekadar membayar nominal. Oleh karena itu, penyaluran fidyah sebaiknya dilakukan melalui:
Makanan siap saji
Bahan makanan pokok
Lembaga amil zakat terpercaya yang menyalurkan dalam bentuk makanan
3. Membayar Fidyah Tidak Sesuai Jumlah Hari Puasa
Sebagian masyarakat membayar fidyah secara global tanpa menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan.
Padahal, fidyah wajib dibayar sebanyak hari puasa yang ditinggalkan, dengan ketentuan:
1 hari puasa = 1 porsi makan untuk 1 fakir miskin
Kesalahan perhitungan ini bisa menyebabkan fidyah kurang dari kewajiban yang seharusnya ditunaikan.
4. Menunda Pembayaran Fidyah Tanpa Alasan Syar’i
Menunda fidyah hingga bertahun-tahun tanpa alasan yang jelas juga merupakan kekeliruan yang sering terjadi.
Fidyah seharusnya ditunaikan:
Selama bulan Ramadhan
Atau sesegera mungkin setelah Ramadhan berakhir
Menunda tanpa alasan dapat mengurangi kesempurnaan ibadah dan memperpanjang tanggungan kewajiban.
5. Memberikan Fidyah kepada Penerima yang Tidak Berhak
Fidyah hanya boleh diberikan kepada fakir miskin, bukan kepada:
Kerabat yang mampu
Orang kaya
Lembaga atau individu tanpa status mustahik
Penyaluran yang tidak tepat sasaran berisiko menjadikan fidyah tidak sah secara syaria
6. Tidak Memahami Perbedaan Fidyah dan Qadha
Masih banyak yang menyamakan fidyah dengan qadha puasa. Padahal keduanya memiliki ketentuan yang berbeda.
Qadha: mengganti puasa di hari lain
Fidyah: memberi makan fakir miskin karena tidak mampu qadha
Kesalahan memahami hal ini dapat menyebabkan seseorang memilih jalan yang tidak sesuai syariat.
Cara Membayar Fidyah dengan Benar dan Aman
Agar fidyah sah dan bernilai ibadah, perhatikan hal berikut:
Pastikan termasuk golongan yang wajib fidyah
Hitung jumlah hari puasa dengan tepat
Salurkan kepada fakir miskin
Gunakan lembaga zakat terpercaya seperti Lazismu Cilacap
Melalui Lazismu, fidyah disalurkan secara amanah, tepat sasaran, dan berdampak sosial.
Fidyah adalah ibadah yang sarat nilai ketaatan dan kepedulian sosial. Dengan memahami kesalahan umum dalam membayar fidyah, umat Islam dapat memperbaiki praktik ibadahnya dan memastikan fidyah yang ditunaikan sah, tepat, dan penuh keberkahan.
